Aku tak pernah mengasingkan diri ataupun diasingkan bumi...Namun aku
menjatuhkan diri dalam sepi...menjatuhkan diri dalam sepi....dalam
sepi...Menukar hak diri seharusnnya manis dengan luka hati...
Dimasa itu berapa kali aku kumandangkan aku mengasingkan
diri...sebanyak itu aku sakit menahan perih..
Dimasa ini berapa kali mata itu dapati aku asingkan diri...Sudah
hampir tak pernah terjalani...jua terjadi...smoga kata itu dalam
cerita tlah mati..
Wednesday, 17 July 2013
Sunday, 14 July 2013
Indah Dalam Asa Damai
Terpukau dalam keremajaan fajar pagi. Mendengar rincikan anak-anak
tetesan air berterjunan tak henti. Kicauan burung-burung kecil
bermanjaan bersama gibasan sayap-sayap hijau pepohonan tanpa duri.
Indah adalah perasaan manis penuh anugerah ilahi. Indah adalah laksana
perasaan manis dalam asa damai sang rerumputan tatkala para embun
mencumbuinya suci.
tetesan air berterjunan tak henti. Kicauan burung-burung kecil
bermanjaan bersama gibasan sayap-sayap hijau pepohonan tanpa duri.
Indah adalah perasaan manis penuh anugerah ilahi. Indah adalah laksana
perasaan manis dalam asa damai sang rerumputan tatkala para embun
mencumbuinya suci.
Thursday, 11 July 2013
Pena Weekend: Cara Mencegah Artikel Kita di-COPAS orang lain
Pena Weekend: Cara Mencegah Artikel Kita di-COPAS orang lain: Masih jengkel dengan aksi penjahat CoPas yang merasa tak berdosa dengan senang hatinya mengCoPas karya orang lain hanya untuk kepentinganny...
Friday, 5 July 2013
Nyanyian Kumbang Cacat
Ketika para angin berkelakar tentang cacatku. Maka terkatakan memang
tiada sayap padaku namun tanganku masih gagah topang segala hidup.
Sekalian memeluk kekasihku.
Haruskah kecacatan itu membelenggu bibir tuk tersenyum. Tidak... cacat
ini memberi gairah tuk melebihi mereka yang sempurna. Dewasalah
belajar dewasa dan matang. Kita dia atau mereka sesungguhnya sama. Dan
kelebihan lah yang benar membedakan keindahan hidup semua. Mereka bisa
bernyanyi. Kita bisa bersyair. Semua bisa bernyanyi bersyair. Dan aku
hanya sebatas berdesis nyanyian kumbang cacat.
tiada sayap padaku namun tanganku masih gagah topang segala hidup.
Sekalian memeluk kekasihku.
Haruskah kecacatan itu membelenggu bibir tuk tersenyum. Tidak... cacat
ini memberi gairah tuk melebihi mereka yang sempurna. Dewasalah
belajar dewasa dan matang. Kita dia atau mereka sesungguhnya sama. Dan
kelebihan lah yang benar membedakan keindahan hidup semua. Mereka bisa
bernyanyi. Kita bisa bersyair. Semua bisa bernyanyi bersyair. Dan aku
hanya sebatas berdesis nyanyian kumbang cacat.
Thursday, 4 July 2013
Daun Senja
Sekilas samar dipandangi di senja. Mana angin usai hujan ini disana.
Dedaunan itu tenang tampak sudah berdiri bersanding dengan damainya.
Leluasakah keindahan nuansa senja disana. Setawar pandangan ini kah
senja disana. Senja disini hanya mampu diam dan sembunyi di balik
rintikan gerimis kota.
Terbenam lah senjaku. Biarkan sang malam mengambil alih tugas muliamu.
Tutup lah mentari itu. Hadirkan lah rembulan bersama bintang yang
tengah engkau genggam erat ditangan waktu. Kumbang cacat ini berharap
indah pada malam tentang indah keindahan pandangan.
Dedaunan itu tenang tampak sudah berdiri bersanding dengan damainya.
Leluasakah keindahan nuansa senja disana. Setawar pandangan ini kah
senja disana. Senja disini hanya mampu diam dan sembunyi di balik
rintikan gerimis kota.
Terbenam lah senjaku. Biarkan sang malam mengambil alih tugas muliamu.
Tutup lah mentari itu. Hadirkan lah rembulan bersama bintang yang
tengah engkau genggam erat ditangan waktu. Kumbang cacat ini berharap
indah pada malam tentang indah keindahan pandangan.
Subscribe to:
Posts (Atom)